Nyanyian Penjilat Tuhan

1.

 Kalau kunang-kunang, dulu

tidak mudah untuk bertiarap,

mengengsot, bantal,

berlunjur.


Alangkah payah

untuk bangun

berdiri menjadi manusia.


Tetapi seberapa mudah pula

untuk menjadi tua.



2.

Ia menjerit

Menyumpah dendam pada Tuhan

Mencaci matahari

Melaknat manusia dan bumi

Berharap Tuhan marah dan mencabut haknya hidup disini

Tapi apa yang ia nanti 

tak pernah terjadi

Ia terus saja hidup

Diatas keinginannya untuk mati



3.

Selalu terasa pedih di hati ini

Tersayat sembilu dalam jiwa-jiwa yang kerdil

Terluka dan terobek sampai ke dalam sanubari

Tiada berbekas akan sakitnya hati.



4.

Air mata pun turun perlahan

pada aspal-aspal jalan

pada atap-atap kendaraan

pada lampu-lampu penerangan

pada gapura yang bisu

pada keadaan yang membeku,

dan kau hilang dibalik malam.



4.

Suatu Pagi


Aku tak punya hati

Jiwapun telah mati

Menangis

karena cintaku tlah bunuh diri

Dikhianati pujaan hati

Kekasih dalam teori.

Komentar

Postingan Populer